Minggu, 26 April 2015
Bab I Skripsi
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang Masalah
Pendidikan jasmani adalah satu
fase dari proses pendidikan keseluruhan yang menggunakan kemampuan gerak
individu secara sukarela, tetapi bermakna langsung terhadap perkembangan
mental, emosional, dan sosial (Nixon dan Jewett 1980:13). Konskuensinya, pendidikan
jasmani harus dirancang secara khusus untuk memberikan pengaruh yang baik
terhadap jasmani, emosional, sosial dan intelektual.
Olahraga dalam sebuah kerangka
sistematik berarti sebuah usaha sadar untuk membentuk dan mendirikan
komponen-komponen masukan, proses, dan luaran pembangunan olahraga. Sistem
keolahragaan nasional adalah keseluruhan aspek keolahragaan yang saling terkait
secara terencana, sistematis, terpadu, dan berkelanjutan sebagai satu kesatuan
yang meliputi: pengaturan, pendidikan, pelatihan, pengelolaan, pembinaan
pengembangan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan keolahragaan nasional.
1
|
Menurut
pendidikan dan ahli psikologi, bermain merupakan pekerjaan masa anak-anak dan
cermin pertumbuhan anak (Gordon dan browne, 1985:266). Bermain merupakan
kegiatan yang memberi kepuasan bagi diri sendiri. Melalui bermain anak
memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. Bermain merupakan kegiatan yang
memberikan kesenangan dan dilakasanakan untuk kegiatan itu sendiri, yang lebih
ditekankan pada caranya dari pada hasil yang di peroleh dari kegiatan itu
(Dworesky, 1990:395). Kegiatan bermain di laksanakan tidak serius dan
fleksibel. Bermain berarti berlatih, mengesplorasi, merekayasa, mengulang
latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentransformasi secara imajinatif
hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa (Hildebrand 1986:54)
Bermain pada intinya adalah aktivitas
yang digunakan sebagai hiburan. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang
bersifat fisikal yang tidak kompetitif, meskipun bermain tidak harus selalu
bersifat fisik. Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani,
meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya.
Permainan sepakbola merupakan
salah satu cabang olahraga yang digemari masyarakat Indonesia dan banyak
dimainkan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik itu anak-anak, remaja, dan
orang tua. Selain itu olahraga sepakbola juga banyak di mainkan oleh kaum
perempuan baik di luar negeri maupun dalam negeri. Untuk pembinaan para pemain
yang berpotensi dan berbakat akan dibina atau dilatih. Untuk meningkatkan
keterampilan pemain perlu adanya organisasi sebagai tempat pembinaan.
Organisasi tersebut biasa disebut dengan klub, dalam klub sepakbola tersebut
perlu adanya manajemen organisasi untuk kelangsungan organisasi sepakbola
tersebut. Karena dalam unsur manajemen itu meliputi perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan sehingga tujuan dari organisasi
tersebut dapat tercapai. Dalam organisasi sepakbola tersebut juga mencakup
pembinaan bagi para pemain. Pembinaan para pemain sepakbola dimulai dari
masing-masing klub, kemudian klub daerah dan yang terakhir klub tingkat
nasional.
Pertandingan sepakbola dimainkan
oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan sebelas pemain. Masing-masing tim
mempertahankan sebuah gawang dan mencoba memasukkan bola ke gawang lawan.
Setiap tim memiliki kiper yang diperbolehkan mengontrol bola dengan tangannya
di daerah pinalti yaitu daerah yang berukuran lebar 44 yard dan 18 yard pada
garis akhir. Pemain lainnya tidak diperbolehkan menggunakan tangan dan lengan
mereka untuk mengambil bola, tetapi mereka dapat menggunakan kaki, tungkai dan
kepala. Gol diciptakan dengan menendang atau menanduk bola kedalam gawang
lawan. Setiap gol dihitung dengan skor satu dan tim yang paling banyak
menciptakan gol memenangkan permainan. (Luxbacher, 1998:2).
Walaupun permainan sepakbola
bersifat beregu namun penguasaan teknik dasar sangat diperlukan. Hampir seluruh
permainan dimainkan dengan keterampilan kaki, badan dan kepala untuk memainkan
bola. Namun demikian agar dapat bermain sepakbola yang baik perlu bimbingan dan
tuntunan tentang teknik dasar dan keterampilan bermain sepakbola.
Keterampilan adalah derajat
keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efektif dan
efisien. Semakin tinggi kemampuan seseorang mencapai tujuan yang diharapkan,
maka semakin terampil orang tersebut Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra
(2000:57). Keterampilan merupakan kemampuan untuk membuat hasil akhir dengan
kepastian yang maksimum, tetapi dengan pengeluaran energi dan waktu yang
minimum Schmidt yang dikutip dalam Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra (2000: 61).
Dalam permainan sepakbola selain
menendang kita juga harus bisa menggiring bola atau dalam kata lain dribbling “Menggiring atau men-dribbling bola adalah menendang terputus-putus
atau pelan-pelan” Sucipto (1999:28). Dari pendapat tersebut kita bisa mengetahui
bahwa menggiring bola (dribbling)
adalah suatu upaya mendorong bola secara terputus-putus, dengan posisi bola
tidak jauh dari kaki kita sambil berlari untuk mencapai tujuan tertentu dalam
permainan sepakbola.
Namun pada anak kelompok usia 13-14 tahun atau yang
popular disebut dengan junior c adalah masa usia krisis (age of crisis) penyebabnya ialah di usia tersebut, anak-anak
mengalami pubertas, pertumbuhan fisiologis sangat cepat sehingga pemain sering
asing dengan tubuhnya sendiri. Pertumbuhan cepat dimana tubuh menjadi lebih
tinggi dan besar, membuat tubuh tidak proposional dan kaku. Oleh karenanya
dimasa ini pemain sulit belajar teknik sepak bola baru. Disisi lain pemain
harus sudah mulai dilatih kekuatan untuk membiasakan diri dengan tubuhnya yang
besar.
Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler diharapkan anak akan lebih
banyak bergerak sehingga tidak merasa asing dengan dirinya. Kegiatan
ekstrakurikuler adalah kegiatan
pembelajaran di luar
kegiatan intrakurikuler yang
diselenggarakan secara kontekstual
dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan untuk memenuhi tuntutan penguasaan
kompetensi mata pelajaran, pembentukan karakter dasar dan peningkatan hidup
yang alokasi waktunya diatur secara tersendiri berdasarkan pada kebutuhan, kondisi sekolah, madrasah
atau daerah M. Nurrachmat (dalam Dimas 2010:13).
Tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler sepakbola adalah untuk
menambah keterampilan, pengetahuan
serta menyalurkan bakat
yang dimiliki siswa
serta membentuk pribadi siswa
yang sesuai dengan
perkembangan siswa menurut
jenjang atau tingkatan sekolah dengan kehidupan berbangsa berdasar pandangan
hidup rakyat Indonesia. Keikutsertaan
anak pada ekstrakurikuler merupakan
suatu upaya yang sangat
tepat untuk memperkenalkan anak
pada kehidupan yang tidak
terikat oleh aturan-aturan
dalam kelas.
SMP Negeri 3 maospati merupakan salah satu sekolah yang
juga memiliki beberapa kegiatan ekstrakurikuler salah satunya ekstrakurikuler
sepakbola, SMP Negeri 3 maospati belum pernah mendapatkan gelar juara dalam
setiap pertandingan sepak bola, pada tahun 2014 SMP Negeri 3 mengikuti
pertandingan sepak bola Bupati Cup yang dilaksanakan di lapangan Maospati,
namun gagal dalam babak penyisihan, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian di sekolah tersebut. Studi pendahuluan yang telah dilakukan
sebelumnya oleh peneliti di SMP Negeri 3 maospati menunjukan bahwa bola standar
yang digunakan sebagai media pada waktu latihan anak terlalu kaku dan bola
tidak terkontrol pada saat menggiring bola. Bola sebagai media utama kurang
menjalankan perannya dengan baik, sebab bola yang digunakan kurang dapat
memberikan pengetahuan,keterampilan, yang seharusnya dimiliki siswa dalam
menggiring bola.
Banyak cara untuk meningkatkan
teknik dribbling anak dengan baik,
salah satunya dengan menggunakan alat bantu dalam bermain, dalam hal ini
bermain menggunakan alat bantu bola plastik, karena dengan bola plastik anak
dapat lebih banyak menggunakannya, dan juga bola plastik relatif lebih murah, serta
karakteristik bola plastik lebih ringan sehingga anak lebih leluasa
menggunakannya.
Berdasarkan latar belakang yang
telah dipaparkan di atas peneliti ingin mencoba membandingkan dua media dalam
penelitian ini. Media yang akan digunakan dalam penelitian adalah bola plastik
dan bola standar. Oleh karena itu peneliti tertarik mengadakan penelitian
dengan judul “Perbandingan Bermain Bola Plastik dengan Bola Standar Terhadap Keterampilan
Menggiring dalam Permainan Sepakbola Siswa di SMP Negeri 3 Maospati”
B.
Batasan Masalah
Untuk memfokuskan masalah yang diteliti maka penulis
membatasi ruang lingkup permasalahan meliputi:
1.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah latihan dengan bola
plastik dan bola ukuran standar.
2.
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil menggiring
dalam permainan sepak bola.
3.
Penelitian ini menggunakan penelitian experimen.
4.
Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Putra SMP Negeri 3
Maospati kelas 7 dan kelas 8.
5.
Sampel dalam penelitian ini adalah Siswa Putra SMP Negeri 3
Maospati yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepakbola sebanyak 40 orang.
6.
Jenis bola yang digunakan adalah bola plastik dan bola karet.
C.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1.
Apakah terdapat pengaruh yang signifikan bermain menggunakan bola
plastik terhadap keterampilan menggiring dalam permainan sepak bola pada siswa
di SMP Negeri 3 Maospati?
2.
Apakah terdapat pengaruh yang signifikan bermain menggunakan bola
standar terhadap keterampilan menggiring dalam permainan sepak bola pada siswa
di SMP Negeri 3 Maospati?
3.
Apakah terdapat perbedaan yang signifikan bermain menggunakan bola
plastik dan bola standar terhadap keterampilan menggiring dalam permainan sepak
bola pada siswa putra SMP Negeri 3 Maospati?
D.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan bermain
menggunakan bola plastik terhadap keterampilan menggiring dalam permainan sepak
bola pada siswa putra di SMP Negeri 3.
2.
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan bermain
menggunakan bola standar terhadap keterampilan menggiring dalam permainan sepak
bola pada siswa putra di SMP Negeri 3.
3.
Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh yang
signifikan bermain menggunakan bola plastik dan bola standar terhadap
keterampilam menggiring dalam permainan sepak bola pada siswa putra SMP Negeri
3 Maospati.
E.
Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan mempunyai kegunaan atau
manfaat penelitian sebagai berikut:
1.
Secara teoritis dapat dijadikan sumbangan keilmuan dan informasi
bagi lembaga STKIP DR. Nugroho Magetan, berkaitan dengan mata kuliah cabang
olahraga sepakbola, strategi belajar mengajar pendidikan jasmani, dan olahraga
mengenai pentingnya proses pembelajaran menggunakan alat bantu bola plastik dan
bola ukuran standar terhadap keterampilan menggiring dalam permainan sepakbola.
2.
Kegunaan Praktis
a.
Bagi siswa, dengan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan
menggiring dalam permainan sepakbola.
b.
Bagi guru sebagai bahan masukan dan pedoman mengenai cara-cara
dalam meningkatkan keterampilan menggiring dalam permainan sepakbola.
c.
Bagi sekolah, dengan adanya penelitian ini agar lebih
memperhatikan sarana dan prasarana olahraga, karena dengan adanya sarana dan
prasarana olahraga yang baik maka anak akan lebih banyak bergerak, semakin
banyak bergerak maka kebugaran jasmani anak akan semakin terjaga.
Kajian Pustaka. Exel sega. perbandingan bermain bola plastik dan bola standar terhadap keterampilan menggiring dalam permainan sepak bola
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
A.
Kajian Pustaka
1.
Hakikat Bermain
Menurut pendidikan dan ahli psikologi, bermain
merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon dan
browne, 1985:266). Bermain merupakan kegiatan yang memberi kepuasan bagi diri
sendiri. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan.
Bermain ini merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilakasanakan
untuk kegiatan itu sendiri, yang lebih ditekankan pada caranya dari pada hasil
yang di peroleh dari kegiatan itu (Dworesky, 1990:395). Kegiatan bermain di
laksanakan tidak serius dan fleksibel. Bermain berarti berlatih, mengesplorasi,
merekayasa, mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentransformasi
secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa (Hildebrand 1986:54)
|
Melalui bermain anak di ajak untuk bereksplorasi menemukan
dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna
bagi anak. Bermain bagi anak merupakan proses kreatif untuk bereksplorasi,
dapat mempelajari keterampilan yang baru dan dapat menggunakan simbol untuk
menggambarkan dunianya. Ketika bermain mereka membangun pengertian yang
berkaitan dengan pengalamannya. Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting
dalam pengembangan bermain anak.
Dalam bermain sepakbola dapat menggunakan alat atau
media yang lain untuk menggantikan bola yang sesungguhnya, misalnya menggunakan
bola plastik, atau bola yang terbuat dari kumpulan beberapa kertas yang di
modifikasi. Alat adalah segala sesuatu yang dapat di gunakan dalam rangkan mencapai tujuan
pengajaran. Sebagai segala sesuatu yang dapat di gunakan kedalam mencapai
tujuan pengajaran, alat mempunyai fungsi, yaitu alat sebagai perlengkapan, alat
sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan, dan alat sebagai tujuan
(Drs. Ahmad D. marimba, 1989:51)
Alat dapat dibagi menjadi dua macam yaitu alat dan
alat bantu pengajaran.
a) Alat
Yang dimaksud dengan
alat adalah berupa suruhan, perintah, larangan dan sebagainya.
b) Alat
bantu pengajaran
Alat bantu pengajaran
adalah alat yang berupa globe, papan tulis, batu tulis, batu kapur, gambar,
diagram, slide, video dan sebagainya.
Dalam dunia olahraga alat atau media pendukung
sangat dibutuhkan demi tercapainya suatu tujuan, misalnya dalam permainan sepak
bola, alat yang digunakan berupa bola, kun, sepatu, alas tulang kering dan lain-lain.
Dan dalam dunia pendidikan pun guru olahraga dituntut untuk lebih kreatif dan
mampu menerapkan alat agar dapat tercapainya suatu tujuan. Apabila di sekolah
kekurangan sarana atau alat, guru olahraga dapat menggantikan alat lain,
misalnya bola guru olahraga dapat memodifikasi atau menggantikan dengan bola
yang terbuat dari kumpulan beberapa kertas atau menggunakan bola plastik, yang
terpenting adalah tercapainya suatu tujuan
2. Bola
a. Bola
plastik
Bola
plastik adalah tiruan dari bola yang sesungguhnya yang terbuat dari bahan
plastik dengan ukuran yang berbeda-beda dan mempunyai tujuan yang sama,
kelebihan media bola plastik yaitu bola plastik dapat lebih banyak penggunaan
alatnya karena harganya relatif murah, dan karakteristik bolanya lebih ringan dari
bola yang sesungguhnya, sehingga siswa lebih banyak menggunakannya dalam
pembelajaran. Namun kelemahan bola plastik yaitu bola plastik kurang banyak
menghasilkan pantulan dan ketika akan melakukan operan, bola kurang terarah ke
target atau sasaran yang ingin di oper karena bola terlalu ringan.
b. Bola
standar
Yang
di maksud dari bola standar adalah bola berbentuk bulat dan terbuat dari kulit atau lainnya, dalam
pembuatan bola, bola tidak boleh menggunakan bahan-bahan yang dapat
membahayakan para pemain. Lingkaran bola tidak boleh lebih dari 21 cm dan tidak
boleh kurang dari 68 cm.
Pada permulaan permainan, berat
bola tidak boleh lebih dari 153 gram (16 0z) dan tidak boleh kurang dari 396
gram (14 oz). tekanan udara harus sama dengan 0.60 s/d 0.70 atmosfir atau sama
dengan 9.00 s/d 10.50 lb./inci persegi
pada permukaan laut.
3.
Hakikat Keterampilan
a.
Pengertian keterampilan
Keterampilan adalah derajat
keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efektif dan
efisien. Semakin tinggi kemampuan seseorang mencapai tujuan yang diharapkan,
maka semakin terampil orang tersebut, Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra (2000:
57). Keterampilan merupakan kemampuan untuk membuat hasil akhir dengan
kepastian yang maksimum, tetapi dengan pengeluaran energi dan waktu yang
minimum, Schmidt yang dikutip dalam Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra (2000:
61).
Keterampilan adalah derajat
keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efisiensi dan
efektif, Singer yang dikutip dalam Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra (2000:
61). Untuk memperoleh tingkat keterampilan diperlukan pengetahuan yang mendasar
tentang bagaimana keterampilan tertentu dihasilkan atau diperoleh serta
faktor-faktor apa saja yang berperan dalam mendorong penguasaan keterampilan, Amung
Ma’mun dan Yudha M. Saputra (2000:58). Pada intinya bahwa suatu keterampilan
itu baru dapat dikuasai apabila dipelajari atau dilatihkan dengan persyaratan
tertentu, satu diantaranya adalah kegiatan pembelajaran atau latihan
keterampilan tersebut dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu
tertentu yang memadai.
Keterampilan gerak kasar secara khusus dikontrol oleh otot-otot
besar atau kelompok otot. Keterampilan ini tidak terlalu menekankan ketepatan (precission) dalam pelaksanaannya.
Berlari, melompat, melempar dan kebanyakan keterampilan dalam olahraga
dimasukkan sebagai keterampilan gerak kasar.
http://pakguruolahraga.blogspot.com/2013/07/hakikat- keterampilan.html?m=1 (di unduh 8 april 2015)
Pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan merupakan
perwujudan dari kualitas koordinasi dan kontrol tubuh dalam
melakukan gerak. Keterampilan gerak diperoleh melalui proses belajar yaitu dengan cara memahami
gerakan dan melakukan gerakan berulang-ulang dengan kesadaran
pikir akan benar tidaknya gerakan yang telah dilakukan
b.
Keterampilan teknik dasar sepakbola
Dalam permainan sepakbola keterampilan teknik dasar sangat
penting diantaranya adalah sebagai berikut:
a)
Menendang (kicking)
Bertujuan untuk mengumpan, menembak ke gawang dan menyapu
untuk menggagalkan serangan lawan. Beberapa macam tendangan, yaitu menendang
dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, punggung kaki dan
punggung kaki bagian dalam.
b)
Menghentikan (stoping)
Bertujuan untuk mengontrol bola. Beberapa macamnya yaitu menghentikan
bola dengan kaki bagian dalam, menghentikan bola dengan telapak kaki,
menghentikan bola dengan menghentikan bola dengan paha dan menghentikan bola
dengan dada.
c)
Menggiring (dribbling)
Bertujuan untuk mendekati jarak kesasaran untuk melewati
lawan, dan menghambat permainan. Beberapa macamnya, yaitu menggiring bola
dengan kaki bagian luar, kaki bagian dalam dan dengan punggung kaki.
d) Menyundul (heading)
Bertujuan untuk mengumpan, mencetak gol dan mematahkan
serangan lawan. Beberapa macam, yaitu menyundul bola sambil berdiri dan sambil
melompat.
e)
Merampas (tackling)
Bertujuan untuk merebut bola dari lawan. Merampas bola
bisa dilakukan dengan sambil berdiri dan sambil meluncur.
f)
Lempar ke dalam (throw-in)
Lemparan kedalam dapat dilakukan dengan awalan ataupun
tanpa awalan.
g)
Menjaga gawang (kipper)
Menjaga gawang merupakan pertahanan terakhir dalam
permainan sepakbola. Teknik menjaga gawang meliputi menangkap bola, melempar
bola, menendang bola.
Pembagian
teknik dasar sepakbola dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a)
Teknik gerakan tanpa bola yag meliputi:
(1) Melompat dan meloncat
(2) Bertumpu tanpa bola / gerakan tipu
(3) Lari dan mengubah arah
b)
Teknik gerakan dengan bola meliputi:
(1) Menendang bola
(2) Menerima / mengontrol bola
(3) Menyundul bola
(4) Gerak tipu dengan bola
(5) Merebut bola
(6) Menggiring bola
(7) Merampas dan merebut bola
Dalam pelaksanaan, kedua teknik
dasar tersebut selalu terjadi dan dilakukan dalam permainan. Teknik dasar tanpa
bola dan teknik dasar dengan bola harus mampu dikombinasikan didalam situasi
permainan menurut kebutuhan.
a)
Teknik Gerakan Tanpa Bola
(1) Melompat/Meloncat
Melompat atau meloncat dapat dilakukan dengan awalan atau
tanpa awalan, tolakan satu kaki akan lebih menguntungkan karena memungkinkan
pemain melompat lebih tinggi, walaupun demikian didalam situasi yang
sesungguhnya tolakan dengan menggunakan dua kaki juga digunakan. Biasanya
lompatan dikombinasikan dengan gerakan menyundul bola, oleh karena itu gerakan melecutkan
badan bagian atas sambil melompat perlu dilatih berulang-ulang agar mendapatkan
lompatan yang tinggi.
(2) Gerak tipu tanpa bola atau gerak
tipu badan
Gerak tipu badan dapat di bedakan menjadi beberapa macam.
Gerak tipu dengan badan bagian atas dengan kaki, mungkin juga dengan dengan
bahu. Pemain dapat menipu lawan dengan jalan tiba-tiba berhenti berlari atau
merubah arah yang dikombinasikan dengan gerak tipu badan bagian atas.
(3) Lari
Teknik lari seorang pemain ditandai dengan lari dalam
memperoleh posisi serangan dan lari dalam bertahan. Dalam melakukan lari untuk
memenuhi kebutuhan, pemain harus dapat lari cepat berbelok atau merubah arah,
berhenti lari mundur dan mendadak start lagi. Untuk memperoleh kelincahan perlu
diperhatikan oleh pemain. Lari dalam sepak bola tidak sama dengan lari dalam
pemain kadang kadang terpaksa mengubah arah berlari, berhenti, lari mundur,
lari sambil melompat/meloncat dan beradu badan dengan lawan.
b)
Teknik Gerakan Dengan Bola
(1) Menendang
Menendang adalah gerakan paling penting dalam sepakbola,
setiap pemain sepakbola harus mampu menendang bola dengan benar, mengoper
maupun menembak bola dilakukan dengan tendangan. Terdapat teknik dasar
menendang bola sebagai berikut:
(a)
Teknik Dasar Menendang dengan kaki bagian dalam (Short Pass)
Pada umumnya menendang dengan kaki bagian dalam digunakan
untuk mengumpa jarak pendek (Short pass).
Cara menendang bola dengan kaki bagian dalam adalah sebagai berikut:
(1) Sikap tubuh berdiri menghadap ke
arah bola.
(2) Kaki tumpu diletakan disamping
bola dengan lutut sedikit ditekuk.
(3) Kaki yang di gunakan untuk
menendang sedikit ditekuk dengan di putar kea rah keluar
(4) Kaki yang digunakan untuk
menendang di ayun dari belakang kea rah depan dengan sasaran bola di bagian samping
(5) Setelah mendangan berat badan
digeser ke kaki yang digunakan untuk menendang sebagai gerakan lanjutan agar
keseimbangan badan tetap terjaga.
(b) Teknik Dasar Menendang dengan kaki
bagian luar
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
(1) Sikap awal berdir menghadap kearah
bola.
(2) Kaki tumpu diletakan disamping
bola dengan kedua tangan bergerak rileks untuk keseimbangan
(3) Kaki yang digunakan untuk
menendang sedikit di putar kedalam
(4) Pandangan mata kearah bola, kaki
yang digunakan untuk menendang di ayunkan ke depan.
(5) Kaki bagian luar dikenakan pada
bola, kemudian berat badan di geser ke depan sebagai gerakan lanjutan agar
keseimbangan badan tetap terjaga
(c) Teknik dasar menendang dengan
punggung kaki atau kura-kura kaki.
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
(1) Sikap awal tubuh menghadap kea rah
bola
(2) Kaki tumpu diletakan disamping
bola dengan lutut sedikit ditekuk, kemudian tangan rileks untuk menjaga
keseimbangan.
(3) Pergelangan kaki yang digunakan
untuk menendang ditekuk menghadap kedepan dan di ayun dari belakang kearah bola
kemudian kaki di sentuh pada bola bagian belakang
(4) Setelah menendang berat badan
kearah depan untuk menjaga keseimbangan.
![]() |
Gambar 2.1 : Beberapa teknik dasar menendang bola
(d) Teknik Dasar Menembak Bola (shooting)
Menembak bola (shooting)
adalah tendangan kearah gawang dengan tujuan untuk memasukan bola ke gawang
lawan. Cara melakukan tembakan atau shooting adalah sebagai berikut:
(1) Ada awalan sebelum tendangan.
(2) Posisi pemain membentuk sudut
kurang lebih 30 derajat disamping bola.
(3) Penempatan kaki tumpu sesaat
setelah shooting disamping hampir
sejajar dengan bola.
(4) Sesaat akan menendang, kaki ayun
menarik ke belakang dan selanjutnya gerakan melepas ke depan.
(5) Perkenaan bola adalah kaki
punggung bagian dalam juga dapat menggunakan punggung kaki.
(6) Pandangan mata sesaat impact
melihat bola selanjutnya mengikuti arah sasaran.
(7) Setelah melepas tendangan masih
ada gerakan–gerakan lanjutan (follow
trough) agar diperhatikan tidak putus.
(e) Teknik dasar mengontrol bola atau
menghentikan bola
Maksud dari mengontrol bola adalah menghentikan. gerakan bola agar mudah untuk dikuasai
pemain. Dalam mengontrol bola, pemain harus memperhatikan arah datangnya bola.
Pemain harus mampu memperkirakan waktu datangnya bola Pemain harus mengontrol
bola dengan baik. Terdapat beberapa teknik dasar mengontrol bola sebagai
berkut:
a)
Mengontrol bola dengan kaki bagian dalam
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
(1) Pandangan mata kearah bola.
(2) Badan condong sedikit kearah
datangnya bola.
(3) Berat badan di atas kaki tumpu.
Lutut bengkok sedikit (kearah luar, kearah datangnya bola)
(4) Lutut dan kaki yang akan menahan
bola bengkok sedikit kearah luar.
(5) Pada saat kontak dengan bola, kaki
penahan di angkat sedikit dari tanah.
(6) Kaki bagian dalam dari kaki
penahan sedikit menghadap ketanah dan mengurung bola antara kaki dan tanah.
b)
Mengontrol bola menggunakan telapak kaki
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
(1) Pandangan mata kearah datangnya
bola.
(2) Lutut kaki tumpu ditekuk sedikit.
(3) Kaki penahan dijulurkan ke depan
menyambut bola.
(4) Berat badan pada kaki tumpu.
(5) Tumit kaki penahan diturunkan ke
bawah, sedangkan ujung kaki menghadap ke atas. Bola dikurung antara tanah dan
telapak kaki.
c)
Mengontrol bola dengan menggunakan perut
Cara melakukan adalah sebagai berikut:
(1) Pandangan mata kearah datangnya
bola.
(2) Tubuh segaris dengan lntasan bola
yang datang.
(3) Pada saat kontak dengan bola tubuh
membungkuk di atas bola dan tangan di rentangkan ke samping.
(4) Tumut di angkat sedikit
ketika menahan bola bergulir.
d) Mengotrol bola menggunakan paha
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
(1) Pandangan mata ke arah bola.
(2) Semua pelaksanaan sama seperti
menahan bola dengan kaki bagian dalam, hanya bagian yang kontak dengan bola
dalam cara ini adalah bagian paha sebelah dalam.
e)
Mengontrol bola menggunakan dada
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
(1) Pandangan mata kearah bola.
(2) Badan condong sedikit ke belakang
mulai dari lutut dan menghadap kearah datangnya bola. Kedua kaki di tanah
dengan posisi muka belakang.
(3) Tangan di rentangkan ke samping.
(4) Saat kontak dengan bola, tubuh di
tark sedikit ke belakang untuk menghentikan kecepatan bola. Berat badan pada
kaki belkang.
f)
Mengontrol bola menggunakan kepala
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
(1) Pandangan mata kearah bola.
(2) Badan condong sedikit ke belakang.
(3) Posisi kaki muka belakang
(4) Lutut sedikit di bengkokan.
(5) Tangan menjaga keseimbangan.
(6) Tangan di rentangkan ke samping
(7) Saat berkenaan dengan bola atau
kontak dengan bola, kepala dan badan di tarik ke belakang untuk mematikan
gerakan bola.
g)
Mengontrol bola dengan punggung kaki
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
(1) Pandangan mata ke arah bola.
(2) Kaki penahan di angkat dengan
lutut di tekuk.
(3) Kaki tumpu bengkok pada lutut.
(4) Punggung kaki (instep) menampung
bola yang dating.
(5)
![]() |
Pada saat kontak dengan bola, kaki penahan di tarik ke bawah mengikuti arah bola.
Gambar 2.2 : Teknik dasar mengontrol bola
(f) Teknik dasar menyundul bola
Menyundul bola dalam permainan sepakbola tidak mudah
dilakukan. Menyundul bola memiliki beberapa manfaat, di antaranya untuk
memasukan bola ke gawang lawan. Untuk dapat mengerahkan sundulan dengan tepat,
pemain harus menguasai teknik dasar menyundul bola. Berikut adalah cara
menyudundul bola dengan baik dan benar:
(1) Sikap kepala siap menyundul.
(2) Pandangan mata ke arah datangnya
bola.
(3) Perkenaan bola di dahi (jidat)
(4)
![]() |
Bola terarah atau terkendali.
Gambar 3.3 : Teknik dasar menyundul bola
(g) Teknik dasar menggiring bola
Dalam permainan sepakbola selain menendang
kita juga harus bisa menggiring bola atau dalam kata lain dribbling “Menggiring
atau mendribbling bola adalah
menendang terputus-putus atau pelan-pelan” Sucipto (1999:28). Dari pendapat
tersebut kita bisa mengetahui bahwa menggiring bola (dribbling) adalah suatu upaya mendorong bola secara terputus-putus,
dengan posisi bola tidak jauh dari kaki kita sambil berlari untuk mencapai
tujuan tertentu dalam permainan sepakbola.
Adapun manfaat menggiring bola
adalah sebagai berikut:
(a) Untuk melewati rintangan dari
lawan
(b) Agar dapat di operkan kepada teman
(c) Untuk menyelamaatkan bola dari
serangan lawan.
Adapun macam-macam teknik menggring dalam permainan sepakbola
adalah sebagai berikut:
a)
Menggiring bola dengan kaki bagian dalam
Cara melakukannya sebagai berikut:
(1) Jarak bola haus dalam keadaan
mudah di jangkau.
(2) Bola di sentuh dengan kaki bagian
dalam
(3) Langkah kaki harus menyesuaikan
jalannya bola.
(4) Pada waktu menyentuh bola lutut
sedikit di tekuk.
(5) Pandangan mata ke arah bola dan
melihat posisi teman dan lawan.
b)
Menggiring bola dengan kaki bagian luar
Cara melakukan sebagai berikut:
(1) Posisi tubuh berdiri dengan
menghadap kearah bola
(2) Supaya bola bergulir disentuh
dengan kaki bagian luar.
(3) Pada waktu kaki menyentuh bola
lutut sedikit di tekuk.
(4) Waktu menggiring bola pandangan
mata ke arah bola dan perhatikan posisi teman dan lawan.
(5) Pada saat menggiring bola langkah
kaki disesuaikan dengan jalannya bola.
c)
Menggiring bola dengan punggung kaki atau kura-kura kaki.
Cara melakuan sebagai berikut:
(1) Letakan bola dengan jarak muda
dikuasai
(2) Bola di dorong dengan punggung
kaki maka telapak kaki di tekuk hamper tegak lurus.
(3) Langkah kaki harus stabil pada
waktu kaki menyentuh bola
(4)
![]() |
Pandangan bola ke araha, yang dikehendaki, misalnya pada teman yang akan di oper.
Gambar 2.3 : Teknik dasar menggiring bola
(h) Merampas atau merebut bola (Tackling)
Merampas bola adalah salah satu upaya untuk merebut bola
dari penguasaan lawan. Ada beberapa cara untuk merampas bola dari lawan diantaranya
yaitu:
(1) Fokuskan perhatian pada bola.
(2) Gunakan gerak tipu tubuh dan kaki.
(3) Control bola dengan bagian kaki yang
tepat
(4) Gantilah kecepatan, arah atau
keduanya
![]() |
Gambar 2.5 : Teknik dasar merampas bola
(i) Lemparan ke dalam
Sepak bola membatasi penggunaan tangan dalam pertandingan.
Dengan peraturan permainan ini hanya penjaga gawang yang boleh menggunakan
kedua tangannyatetapi hanya di dalam daerah pinalti. Namun ketika bola keluar
melewati garis pinggir atau garis tepi, maka akan di berikan throw-in (lemparan ke dalam).
Cara melakukan lemparan ke dalam atau throw-in
(1) Pegang bola dengan kuat
menggunakan ibu jari secara melebar di seluruh permukaan bola.
(2) Ibu jari dan kedua jari telunjuk membentuk huruf “w”
(3) Tariklah bola kebelakang melewati
kepala
(4) Lentngkan punggung dan rentangkan
ke belakang tubuh.
(5)
![]() |
Ayunkan bola ke depan dan lepaskan.
Gambar 2.6 : Teknik dasar lemparan ke dalam
4.
Hakikat Sepakbola
a.
Pengertian Sepakbola
Permainan sepakbola merupakan
salah satu cabang olahraga yang digemari masyarakat Indonesia, dan banyak
dimainkan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik itu anak-anak, remaja, dan
orang tua. Selain itu olahraga sepakbola juga banyak di mainkan oleh kaum
perempuan baik di luar negeri maupun dalam negeri. Untuk pembinaan para pemain
yang berpotensi dan berbakat akan dibina atau dilatih untuk meningkatkan
keterampilan pemain perlu adanya organisasi sebagai tempat pembinaan.
Organisasi tersebut biasa disebut dengan klub, dalam klub sepakbola tersebut
perlu adanya manajemen organisasi untuk kelangsungan organisasi sepakbola
tersebut. Karena dalam unsur manajemen itu meliputi perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan sehingga tujuan dari organisasi
tersebut dapat tercapai. Dalam organisasi sepakbola tersebut juga mencakup
pembinaan bagi para pemain. Pembinaan para pemain sepakbola dimulai dari
masing-masing klub, kemudian klub daerah dan yang terakhir klub tingkat
nasional.
Pada hakikatnya Pertandingan sepakbola dimainkan oleh dua tim yang
masing-masing beranggotakan sebelas pemain. Masing-masing tim mempertahankan
sebuah gawang dan mencoba memasukkan bola kegawang lawan. Setiap tim memiliki
kipper yang diperbolehkan mengontrol bola dengan tangannya didaerah pinalti
yaitu daerah yang berukuran lebar 44 yard dan 18 yard pada garis akhir. Pemain
lainnya tidak diperbolehkan menggunakan tangan dan lengan mereka untuk
mengambil bola, tetapi mereka dapat menggunakan kaki, tungkai dan kepala. Gol diciptakan
dengan menendang atau menanduk bola kedalam gawang lawan. Setiap gol dihitung
dengan skor satu dan tim yang paling banyak menciptakan gol memenangkan
permainan (Luxbacher, 1998:2). Sepakbola adalah
suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak, yang mempunyai tujuan
untuk memasukkan bola kegawang lawan dengan mempertahankan gawang tersebut agar
tidak kemasukan bola, muhajir (2007:22).
Walaupun permainan sepakbola
bersifat beregu namun penguasaan teknik dasar sangat diperlukan. Karena keburukan
penguasaan teknik dasar oleh pemain dalam satu tim atau kesebelasan, akan
mengurangi keutuhan dari tim atau kesebelasan tersebut baik dalam serangan
maupun dalam pertahanan, dalam usaha meningkatkan mutu permainan kearah
prestasi permainan sepakbola.
Hampir seluruh permainan dimainkan
dengan keterampilan kaki, badan dan kepala untuk memainkan bola. Namun demikian
agar dapat bermain sepakbola yang baik perlu bimbingan dan tuntunan tentang
teknik dasar dan keterampilan bermain sepakbola. Sepakbola merupakan cabang
olahraga yang sangat populer di dunia dan olahraga ini sangat mudah dipahami.
Pada tanggal 21 Mei 1904 berdirilah federasi sepakbola dunia yang disingkat
FIFA (Federation Internasional The Football Association). Dan di Indonesia,
organisasi yang menaungi sepakbola adalah PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh
Indonesia). PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930.
Permainan sepakbola dipimpin oleh
seorang wasit dan dibantu dua hakim penjaga garis. Lama permainan sepakbola
adalah 2 x 45 menit dengan istirahat 15 menit, lapangan permainan empat persegi
panjang, panjangnya tidak boleh lebih dari 120 meter dan tidak boleh kurang
dari 90 meter, sedang lebarnya tidak boleh lebih dari 90 meter dan tidak boleh
kurang dari 45 meter (dalam pertandingan internasional panjangnya lapangan
tidak boleh lebih dari 110 meter dan tidak boleh kurang dari 100 meter, sedang
lebarnya tidak lebih dari 75 meter dan tidak boleh kurang dari 64 meter).
Seluruh pemain boleh memainkan bola dengan seluruh anggota
badannya kecuali tangan. Penjaga gawang boleh memainkan bola dengan tangan,
tetapi hanya di daerah gawangnya sendiri. Setiap regu berusaha untuk memasukkan
bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan dan berusaha untuk mencegah lawan untuk
memasukkan bola ke gawangnya.
Pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sepakbola adalah
permainan antara dua (2) regu yang masing-masing regu terdiri dari 11 orang dan
dimainkan dengan kaki, kecuali penjaga gawang, boleh menggunakan tangan dan
lengan. Setiap tim berusaha untuk memasukkan bola ke gawang lawan
sebanyak-banyaknya dan menjaga gawangnya dari kemasukan bola oleh serangan
lawan dan permainan ini dilakukan selama 2x45 menit, dan di saat-saat tertentu
bisa ditambah lagi 2x15 menit, apa bila kedua team kesulitan dalam membobolkan
gawang lawannya, hal seperti ini biasanya dilakukan dalam perebutan posisi 16
besar, 8 besar, 4 besar dan di putaran final.
b.
Lapangan dan Perlengkapan Permainan Sepakbola
1.
Lapangan Permainan
Lapangan sepak bola harus memiliki
ukuran panjang 100 hingga 130 yard dan lebar 50 hingga 100 yard. Ukuran
panjangnya harus lebih besar dari lebar. (Untuk pertandingan internasional,
panjangnya harus 110 hingga 120 yard dan lebarnya 70 hingga 80 yard). Garis
pemisah yang lebarnya tidak lebih panjang dari 5 inchi membatasi daerah
lapangan. Garis batas akhir dari lapangan disebut goal lines, dan garis sampingnya
disebut touchlines.garis tengah membagi lapangan menjadi dua baga yang sama,
dan titik tengah menandai bagian tengah dari lapangan. Lingkaran tengah dengan
radius 10 yard mengelilingi titik tengah.
Gawang ditempatkan pada kedua
ujung lapangan pada bagian tengah goal
line (garis gawang). Masing-masing gawang memiliki tinggi 8 kaki dan lebar 24
kaki. Goal area (daerah gawang) adalah sebuah kotak persegi panjang pada
masing-masing goal line. Daerah ini dibatasi dengan dua garis yang dibuat pada
sudut-sudut yang tepat kea rah goal line, jaraknya 6 yard dari masing-masing
bagian tengah gawang. Garis ini diperpanjang sejauh 6 yard ke arah lapangan
permainan dan bergabung dengan garis
yang parallel dengan goal line.
Penalty area (daerah penalti),
yang merupakan kotak segi empat pada goal line, dibatasi dengan dua garis yang
dibuat pada sudut-sudut yang tepat ke area goal line, jaraknya 18 yard dari
masing-masing bagian tengah gawang. Garis ini diperpanjang sejauh 18 yard ke arah lapangan permainan dan bergabung dengan garis yang parallel dengan goal line.
Daerah gawang terdapat didalam daerah penalti. Yang terdapat pada dearah
penalti adalah penalty sport (titik
penalti). Titik penalti ditentukan 12 yard dari depan pertengahan goal line.
Tendangan penalti dilakuan dar titik penalti. Lingkaran penalty dengan radius
10 yard dari titik penalti dibuat diluar daerah penalti.
Daerah sudut dengan radius 1 yard,
terdapat pada setiap sudut lapangan. Tendangan sudut dilakukan dari bagan dalam
daerah sudut.
Gambar 2.7 : Lapangan Sepakbola
2.
Perlengkapan Permainan
Bola sepakbola berbentuk bulat dan
terbuat dari kulit atau bahan lainnya yang disetujui. Bola FIFA yang resmi berdiameter
27 hingga 28 inchi dan beratnya antara 14 dan 16 ons. Ukuran bola untuk dewasa
ditetapkan secara internasional sebagai bola ukuran #5. Bola yang lebih kecil
(ukuran #4 dan #3), yang kadang-kadang digunakan untuk permainan tingkat
remaja.
Perlengkapan yang dibutuhkan dalam
permainan sepakbola (selain kiper) mencakup baju kaos atau baju olahraga, celana
pendek, kaos kaki, pelindung tulang kering dan sepatu bola. Kiper menggunakan
baju olahraga dan celana pendek dengan lapisan berwarna lain untuk membedakan
dari pemain lain dan wasit. Para pemain tidak diperbolehkan untuk menggunakan
pelengkap pakaian yang dianggap dapat membahayakan pemain lainnya, seperti: jam
tangan, kalung atau bentuk-bentuk perhiasan lainnya
Gambar 2.8 : Perlengkapan pemain
sepakbola
5.
Ekstrakurikuler
a.
Pengertian ekstra kurikuler
Ekstrakurikuler adalah kegiatan
yang dilakukan di luar jam pelajaran intrakurikuler maupun kokurikuler,
termasuk pada waktu jam sekolah tetapi tidak
ada pelajaran (misalkan
setelah ulangan umum,
ebtanas, menghadapi kenaikan
kelas) ; dapat pula pada waktu libur (Depdikbud, 1988:9). kegiatan
ekstrakurikuler adalah kegiatan
pembelajaran di luar
kegiatan intrakurikuler yang
diselenggarakan secara konstektual
dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan untuk memenuhi tuntutan penguasaan
kompetensi mata pelajaran, pembentukan karakter dasar dan peningkatan hidup
yang alokasi waktunya diatur secara tersendiri berdasarkan pada kebutuhan, kondisi sekolah, madrasah
atau daerah (dalam Dimas 2010: 13).
Keikutsertaan anak
pada ekstrakurikuler merupakan
suatu upaya yang sangat
tepat untuk memperkenalkan anak
pada kehidupan yang tidak
terikat oleh aturan-aturan
dalam kelas. Kegiatan
ekstrakurikuler biasa
dilakukan di luar
kegiatan reguler yang
memiliki label mata pelajaran.
Berdasarkan urain diatas dapat
disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler
adalah kegiatan diluar
jam pelajaran yang
dilaksanakan di sekolah maupun
diluar sekolah yang bertujuan untuk menambahkan wawasan dan keterampilan siswa
sesuai dengan ekstrakurikuler yang diikuti oleh siswa.
Kegiatan ini diadakan secara
swadaya dari pihak sekolah maupun siswa- siswi itu sendiri untuk merintis
kegiatan di luar jam pelajaran sekolah. Kegiatan dari ekstrakurikuler ini sendiri dapat berbentuk kegiatan pada
seni, olahraga, pengembangan kepribadian, dan
kegiatan lain yang bertujuan positif untuk kemajuan
siswa-siswi itu sendiri.
b.
Tujuan kegiatan ekstrakurikuler
1.
Tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menambah
keterampilan, pengetahuan serta menyalurkan
bakat yang dimiliki
siswa serta membentuk pribadi
siswa yang sesuai
dengan perkembangan siswa menurut jenjang atau tingkatan sekolah
dengan kehidupan berbangsa berdasar pandangan hidup rakyat Indonesia.
2.
Agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat dan
kemampuanya di berbagai bidang
di luar bidang akademik.
c.
Jenis-jenis ekstrakurikuler
Dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler ada beberapa jenis
yang dapat dilaksanakan untuk mencapai tujuan meningkatkan minat dan bakat
siswa namun harus disesuaikan dengan Madrasahnya.
Adapun jenis kegiatan ekstrakurikuler adalah sebagai
berikut:
1)
Krida, meliputi kepramukaan, Pelatihan Dasar Kepemimpinan Siswa
(LDKS), Kursus Kader Da’wah (KKD), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar
Bendera (PASKIBRAKA)
2)
Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), Kegiatan
Penguasaan Keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian
3)
Latihan/Lomba,Keterbakatan/Prestasi. Meliputi pengembangan bakat
olahraga, seni dan budaya, cinta alam jurnalistik teater keagamaan
4)
Seminar, lokakarya, dan
pameran/bazar, dengan substansi antara lain karir, pendidikan, kesehatan,
perlindungan HAM, keagamaan, seni budaya
http://pakguruolahraga.blogspot.com/2014/06/hakikatekstrakurikuler.html?m (di unduh tanggal 10 April)
d.
Kegiatan ekstrakurikuler SMP Negeri 3 Maospati
SMP Negeri 3 Maospati merupakan
salah satu lembaga pendidikan yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan ekstrakurikuler.
Jenis ekstrakurikuler di SMP Negeri 3 Maospati yang termasuk ekstrakurikuler
olahraga adalah Bolavoli, Sepakbola sedangkan yang termasuk non olahraga antara lain Pramuka, Seni Musik, Bahasa
Inggris, Seni Tari, , Kaligrafi.
Melihat dari tujuan
ekstrakurikuler maka jelas bahwa diharapkan pihak sekolah berusaha memupuk
kegemaran dan bakat para siswa agar mereka mempunyai kesempatan untuk
mengembangkan bakat olahraga melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Dengan mengikuti ekstrakurikuler
sepakbola diharapkan bisa menjadi tim inti sekolah serta bisa mewakili sekolah
dalam event pertandingan sepakbola, dan diharapkan akan mendapatkan prestasi
sepakbola. Kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 3 Maospati telah
diprogramkan oleh sekolah dan merupakan salah satu cabang olahraga pilihan.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sepakbola dilaksanakan seminggu satu kali
setiap hari Selasa, dimulai pukul 14.30 – 16.30 WIB.
B.
Kerangka Pemikiran
Sepakbola
adalah suatu permainan olahraga yang sangat memasyarakat. Ini terbukti dengan
banyaknya klub-klub sepakbola, tidak hanya klub sepakbola yang ada akan tetapi
pada umumnya tiap-tiap sekolah mempunyai suatu wadah yang dapat mengasah
kemampuan siswanya baik dalam bidang seni, penalaran, bidang kesejahteraan,
bidang khusus maupun bidang olahraga yang biasa disebut ekstrakulikuler. SMP
Negeri 3 Maospati salah satunya,
SMP
Negeri 3 Maospati memiliki ekstrakulikuler bidang olahraga yang didalamnya
terdapat olahraga bola voli dan sepak bola. SMP Negeri 3 Maospati mempunyai
prestasi yang kurang membanggakan dalam bidang olahraga khususnya sepakbola. Hal
tersebut dikarenakan dengan adanya kegagalan dalam mengikuti kejuaran-kejuaran yang
diikuti sekolah ini. Kegagalan tim sepakbola SMP Negeri 3 Maospati dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu faktor tersebut adalah tingkat
keterampilan dasar bermain sepakbola yang dimiliki oleh para siswa tersebut.
Ekstrakurikuler
adalah kegiatan di luar jam pelajaran, bertujuan untuk lebih memperkaya dan
memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimilikinya diberbagai
bidang studi. Kegiatan ekstrakurikuler olahraga merupakan salah satu kegiatan
ekstrakurikuler di sekolah sebagai wahana untuk menampung, menyalurkan, dan
pembinaan minat, bakat, dan kegemaran siswa dalam cabang olahraga.
Keterampilan
dasar sepakbola sangat diperlukan dalam bermain sepakbola, untuk menguasai
keterampilan yang baik maka harus menguasai unsur-unsur yang terkandung dalam
sepakbola tersebut. Adapun unsur-unsur yang harus dikuasai antara lain:
gerakan-gerakan tanpa bola (lari dan merubah arah, melompat, gerak tipu tanpa
bola atau badan), gerakan dengan bola (menendang bola, menerima bola, menyundul
bola, menggiring bola, geraktipu dengan bola, merebut bola, melempar bola,
teknik penjaga gawang atau bertahan dan menyerang).
Untuk
dapat meningkatkan keterampilan sepakbola banyak faktor yang mempengaruhi
tingkat keterampilan dasar gerak sepakbola seperti sarana prasarana, pelatih
yang berkualitas, pemain berbakat dan kompetisi yang teratur serta harus
didukung oleh ilmu dan teknologi yang memadai.
Penelitian
ini akan membahas tingkat keterampilan gerak sepakbola siswa SMP Negeri 3
Maospati, melalui bola plastik dan bola standar pada siswa laki-laki peserta
ekstrakulikuler sepakbola. Tes keterampilan cabang olahraga bertujuan untuk
mengukur keterampilan para siswa dalam suatu cabang olah raga.
![]() |
Gambar 2.9 : Alur kerangka
pemikiran
Langganan:
Komentar (Atom)


























